Wortel, Telur atau Kopi?

Wortel, Telur dan Kopi

Wortel, Telur dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.

Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih.

Baca lebih lanjut

The Man Behind The Gun

Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) memainkan biola dalam film Sang Pencerah

Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) memainkan biola dalam film Sang Pencerah

Kyai Haji Ahmad Dahlan ditanya oleh muridnya, apa itu agama.
Ia tidak langsung menjawab.

Ia hanya bermain biola. Para murid menyimak dan menghayatinya.
Mereka sangat menikmatinya, bahkan ada yang terkantuk-kantuk.
Bagaimana persaaan kalian? Tanya kiyai tentang alunan biolanya.

Menghibur, menyejukkan, menenangkan. Begitu jawab para muridnya.

Baca lebih lanjut

Karena Ukuran Kita Tak Sama

Sahabat Nabi

Sahabat Nabi

“seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi”

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Baca lebih lanjut